Air luapan banjir warna coklat dan kotor bisa dikonsumsi setelah diolah.

Cara sederhana pengolahan air dicampur tawas, kaporit, dan kapur sirih.

  1. TAWAS, lihat gambar:
  2. KAPORIT, lihat gambar:
  3. KAPUR SIRIH, lihat gambar:

Tawas, kaporit, dan kapur sirih memiliki fungsi yang berbeda.

Tawas fungsinya untuk menggumpalkan kotoran agar mudah dibuang. Kaporit untuk membunuh bakteri, sementara kapur sirih dapat menormalkan kelebihan tawas yang dicampurkan ke air.
Pengolahan dapat dilakukan masing-masing warga karena bahan dan alat tidak terlalu sulit diperoleh. Namun, akan lebih baik lagi pengolahan dilakukan di kamp pengungsian untuk dimanfaatkan warga secara bersama-sama.

Proses menghasilkan air jernih siap masak.
Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke air. Takaran untuk 1 meter kubik (5 drum) air, gunakan 30 gram tawas, 2,5 gram kaporit, dan 7 gram kapur sirih. Jika untuk satu drum (200 liter) air, takaran bahan yang tersebut di atas dibagi lima. Proses selanjutnya aduk cepat dan kuat sekitar satu menit agar bahan tercampur. Setelah itu aduk lambat 15 menit, akan terbentuk gumpalan kotoran warna coklat kehitaman yang melayang. Endapkan sampai kotoran tersebut turun semua ke dasar drum.
Lebih bagus kalau drum punya kran, tapi tempat kran harus berada di atas endapan kotoran. Kran tersebut memudahkan proses selanjutnya, air dari drum dialirkan ke wadah saringan berlapis dari koral (paling bawah), di atasnya kerikil, dan paling atas pasir.
KORAL, lihat gambar:


Ini proses sederhana dari pengolahan PDAM. Hasilnya sama, air jernih dan siap masak. (sumber: Humas PDAM Tirta Musi Palembang)

About these ads